Selasa, 05 April 2011

SIMALUNGUN - TOLU SAHUNDULAN


Song : Tolu sahundulan
Video : Sitalasari
MP3 : Download
Lyric

Tondong pangalopan podah
Jongjong nasiam ase roh hami marsombah
Podahi nasima hanami nalepak
Ulang mallembang humbai adat

Reff :

Nasiam penggual nami
Gual nasiam ma gondrang in
Sse manorotor hanamion
Namarsanina, namartondong,maranak boru

Boru pangalopan gogo
Jongjong nasiam ase roh hanami mangelek
Hobaskon nasiam ganupan horjata
Ulang tarbador hita humbani pestata

Back to Reff :

Senin, 04 April 2011

VARIOUS ARTIST

Various Artist – Instrumental Music of the Toba Batak and the Karo Batak Northern Sumatra

CD 1 – Gondang Toba
01. Gondang somba-somba
02. Gondang hata so pisik
03. Gondang didang-didang habonaran
04. Gondang parsiarabu/ndang tartangishon
05. Gondang Mulajadi na Bolon
06. At a funeral
07. At a funeral (Cont.)
08. Tortor adat
09. Tortor adat (Cont.)
10. Tortor adat (Cont.)
11. Gondang si unte manis
12. Gondang Mulajadi na Bolon
13. Gondang si manuk-manuk
14. Gondang si unte manis
DOWNLOAD CD-1

CD 2 – Gendang Karo
01. Music fro guro-guro aron: gendang tari lima serangkai
02. At a Funeral Procession: Gendang si arak-araken
03. Erpangir kulau: Gendang tuldik kupuloon
04. Adat Dance: Gendang Simalungun Rayat
05. Gendang Toba
06. At a Wedding: Gendang sikat
07. Dance of Possession by the guru sipaso: Gendang peseluken
08. Recalling the tendi
DOWNLOAD CD-2

DITAKKO HO MA ROHAKKI

Artist : Fendi Manurung
Lyrick :
Simalolongku do marnida ho
Alai rohakku sai holsoan
Dibahen ekkel supingmi ito..
Manusuk tu pusu-pusukki
Tikki naparjolo pajumpang dohot ho
Sai maila ila ho tu au

Jari-jariku do manjalang ho
Alai taroktok akka bukbak
Ala lambokni soaram ito..
Mangullus tusipareokki
Sai tarhatotong hupanotnoti ho
Tung sonang pakkilalaanki

Ima mulana sai huingot ho (hasian)
Mambahen masihol au tu ho..
Ditakko ho ma rohakki ito (hasian)
Dibuatho nang holongki
Ditakko ho ma rohakki ito
Gabe laos tading do di ho

Video :

LAGU RAKYAT BATAK

ALBUM RAKYAT BATAK NINA TU NINA
Personil :
Mangara T Manik
Eddi Panjaitan
Nelwan Siagian
Asih

Related Song :
01. Ninna Tu Ninna
02. Ala Na Mora
03. Jolo Bereng
04. Pareman Lontong
05. Unang Pakke Hu
06. Jut
07. Sigundal Bolon
08. Marsipature Hatana Be
09. Jorbut Ma Ho
10. Pareman

Lagu Humor Batak Lainnya :
BBM Feat Rombongan
NEW BBM

BBM Feat ROMBONGAN

NEW BBM

New BBM ( Benar Benar Mabok )
Album : Holong Spesial
Personil :
  • Mangara T Manik
  • Arnold Damanik
  • John Malau
  • Hilter Purba
  • Shanty Manurung
  • Kristina Silalahi
  • Camelia Panduwinata

Related Song :
01. Holong Spesial
02. Ubat Ni Stress
03. Kursi Nomor Sada
04. Di Ujung Piso
05. Taktik
06. Beta Marmitu
07. Sakilo Meter Sada
08. Donganmu Boi
09. Alani Penampilan
10. Holong Marbidoak
11. Nipi Do Sude
12. Tak Uuk Ya…Ito

SINAMOT

Pengertian dan Asal Muasal SINAMOT.

Sekilas saya cerita mengenai sejarah/filosofi asal-muasal “SINAMOT” Pada dasar pengertianya
Boli=Tuhor jadi kalau dibahasa indonesiakan, ya…HARGA. Tapi beda dgn artian harga sesuatu benda,
yg harganya ditentukan, sehingga semua orang berhak atau dapat memilikinya selama dia dapat
memenuhi harga tsb.

Konon ceritanya dulu pola hidup pada umumnya orang Batak yg tinggal di kampung(bonapasogit),
karena rutinitas, pekerjaan sehari-hari dan yg menjadi penghasilan utk kesinambungan hidup adalah
BERTANI (Marhauma). Malangnya (maaf bukan merendahkan) hal tsb yg paling dominan digeluti
Ibu-ibu/Perempuan sehingga persepsi orang Batak khususnya(dijaman itu), ya..bahwa perempuan
urusan dalam Rumah Tangga (ya..lihat aja KTP Ibu-ibu yg tidak punya pekerjana/professi, kalau dulu
IKUT SUAMI sekarang masih mendingan IBU RUMAH TANGGA). Ini secara otomatis menjadi budayakarena kultur.
Nah..konon ceritanya katakanlah si-A(cewek) dapat jodoh/kawin dgn si-B(cowok), artinya si-A ikut
si-B. Karena si-A sudah ikut si-B, sehingga jumlah pekerja di sawah berkurang karena kepergian si-A.
Disini pihak si-B wajib/harus memberikan sebagai pengganti ke pihak si-A terserah Ce/Co. Istilahnya
jolma ganti ni jolma(manusia/orang).

Mungkin karena proces tsb kurang mengena sasaran, dimana penggantinya tidak sesuai dgn kapasitas
yg diganti, tak lama kemudian dirobah menjadi “GAJAH” (dianggap sebagai pengganti). Lama
kelamaan makin langka diganti lagi dgn istilah “GAJAH TOBA”(Horbo). Ini mungkin berlangsung agak
lama, kalau ngak salah dijaman Soekarno, sehingga disaat itu banyak pemuda Batak khususnya
menjadi PANGLATU (Panglima Lajang Tua). Di tahun 70-an jamannya berobah ke rejim Soeharto, dan
banyak perobahan yang bisa diterima masyarakat luas waktu itu. Tidak ketinggalan process budaya yg
menyangkut Adat-Istiadat kitapun ikut arus dan adaptasi, sehingga disaat itulah pengurangan
Panglatu, karena ada satu kelonggaran ; “NA MANGULA PE NA MASUK ADAT DO”.

Ada lagunya yg dinyanyikan duet Joel Simorangkir & Charles Simbolon, judulnya LUANHON DAMANG
(kurang lebih). Jompok hata dohonon(singkatnya), kalau pernah ikut Marhata Sinamot, pihak Paranak
biasanya meminta ke pihak Parboru, supaya jangan terlalu memberatkan sebarapa Sinamot yang akan
disampikan. Jadi sebelum bentuk Sinamot menjadi bilangan/angka dalam bentuk rupiah, pihak Parboru menyampaikan ;
Antong molo na naeng pasahat somba ni uhum, somba ni adat, na gabe si palas roha nami na ma
hamu songon Sinamot ni boru nami, goari hamu sian ni ; sadia godang ma horbo, piga lombu, piga
hoda, piga rantiti mas jala sadia godang ringgit sitio soara.

(Dimana permbicaraan sudah mengarah ke Sinamot, jadi pihak Parboru bertanya/menyampaikan ke
pihak Paranak ; berapa banyak Kerbau, Lembu, Kuda,Mas dan uang, dulu uang berbentuk logam dan
ada yg satuannya ringgit yg bunyinya agak nyaring…?).

Sesuai dgn sikon pihak paranak menjawab, dimana bentuk-bentuk permitaan tadi sudah agak sulit
mengumnpulkan sehingga tidak terpenuhi, pihak Paranak menminta supaya dibulatkan dalam bentuk
ringgit sitio soara(rupiah). Dengan proces yg tadi(mohon kalau kurang pas) itulah yang kita alami
sekarang yg disebut”SINAMOT”. Kira-kira dalam pengertian saya justru sudah lebih simpel dan praktis.

Pak Polisi Goyang India

Pak Polisi Saingan Sukhwinder Singh dan Sapna Awasthi


Lagu India itu aslinya berjudul "Chaiyya Chaiyya", dinyanyikan oleh Sukhwinder Singh dan Sapna Awasthi. Lagu ini muncul di film Dil Se (1998) yang dibintangi Shahrukh Khan dan Malaika Arora. Pengarah musiknya adalah AR Rahman, yang lalu memenangi Oscar pada 2009 lewat aransemen musik dan lagu-lagu di Slumdog Millionaire (2008).
Sumber

DALIHAN NA TOLU

Pengertian Dalihan adalah tungku yang dibuat dari batu, sedangkan Dalihan natolu ialah tungku tempat memasak yang terdiri dari tiga batu. Ketiga dalihan yang ditanam berdekatan ini berfungsi sebagai tungku tempat memasak. Dalihan harus dibuat sama besar dan ditanam sedemikian rupa sehingga jaraknya simetris satu sama lain serta tingginya sama dan harmonis.

Pada zamannya, kebiasaan masyarakat Batak memasak di atas tiga tumpukan batu, dengan bahan bakar kayu. Tiga tungku itu, dalam bahasa Batak disebut dalihan. Falsafah dalihan natolu paopat sihal-sihal dimaknakan sebagai kebersamaan yang cukup adil dalam kehidupan masyarakat Batak.

Tungku merupakan bagian peralatan rumah yang sangat vital. Karena menyangkut kebutuhan hidup anggota keluarga, digunakan untuk memasak makanan dan minuman yang terkait dengan kebutuhan untuk hidup. Dalam prakteknya, kalau memasak di atas dalihan natolu, kadang-kadang ada ketimpangan karena bentuk batu ataupun bentuk periuk. Untuk mensejajarkannya, digunakan benda lain untuk mengganjal. Dalam bahasa Batak, benda itu disebut Sihal-sihal. Apabila sudah pas letaknya, maka siap untuk memasak.
Ompunta naparjolo martungkot sialagundi. Adat napinungka ni naparjolo sipaihut-ihut on ni na parpudi. Umpasa itu sangat relevan dengan falsafah dalihan natolu paopat sihal-sihal sebagai sumber hukum adat Batak.

Apakah yang disebut dengan dalihan natolu paopat sihal-sihal itu ? dari umpasa di atas, dapat disebutkan bahwa dalihan natolu itu diuraikan sebagai berikut :
Somba marhula-hula, manat mardongan tubu, elek marboru. Angka na so somba marhula-hula siraraonma gadongna, molo so Manat mardongan tubu, natajom ma adopanna, jala molo so elek marboru, andurabionma tarusanna.
Itulah tiga falsafah hukum adat Batak yang cukup adil yang akan menjadi pedoman dalam kehidupan sosial yang hidup dalam tatanan adat sejak lahir sampai meninggal dunia.

1. Somba marhula-hula

Hula-hula dalam adat Batak adalah keluarga laki-laki dari pihak istri atau ibu, yang lazim disebut tunggane oleh suami dan tulang oleh anak. Dalam adat Batak yang paternalistik, yang melakukan peminangan adalah pihak lelaki, sehingga apabila perempuan sering datang ke rumah laki-laki yang bukan saudaranya, disebut bagot tumandangi sige. (artinya, dalam budaya Batak tuak merupakan minuman khas. Tuak diambil dari pohon Bagot (enau). Sumber tuak di pohon Bagot berada pada mayang muda yang di agat. Untuk sampai di mayang diperlukan tangga bambu yang disebut Sige. Sige dibawa oleh orang yang mau mengambil tuak (maragat). Itulah sebabnya, Bagot tidak bisa bergerak, yang datang adalah sige. Sehingga, perempuan yang mendatangi rumah laki-laki dianggap menyalahi adat.

Pihak perempuan pantas dihormati, karena mau memberikan putrinya sebagai istri yang memberi keturunan kepada satu-satu marga. Penghormatan itu tidak hanya diberikan pada tingkat ibu, tetapi sampai kepada tingkat ompung dan seterusnya.

Hula-hula dalam adat Batak akan lebih kelihatan dalam upacara Saurmatua (meninggal setelah semua anak berkeluarga dan mempunyai cucu). Biasanya akan dipanggil satu-persatu, antara lain : Bonaniari, Bonatulang, Tulangrorobot, Tulang, Tunggane, dengan sebutan hula-hula.

Disebutkan, Naso somba marhula-hula, siraraon ma gadong na. Gadong dalam masyarakat Batak dianggap salah satu makanan pokok pengganti nasi, khususnya sebagai sarapan pagi atau bekal/makan selingan waktu kerja (tugo).
Siraraon adalah kondisi ubi jalar (gadong) yang rasanya hambar. Seakan-akan busuk dan isi nya berair. Pernyataan itu mengandung makna, pihak yang tidak menghormati hula-hula akan menemui kesulitan mencari nafkah.

Dalam adat Batak, pihak borulah yang menghormati hula-hula. Di dalam satu wilayah yang dikuasai hula-hula, tanah adat selalu dikuasai oleh hula-hula. Sehingga boru yang tinggal di kampung hula-hulanya akan kesulitan mencari nafkah apabila tidak menghormati hula-hulanya. Misalnya, tanah adat tidak akan diberikan untuk diolah boru yang tidak menghormati hula-hula (baca elek marboru).

2. Manat Mardongan Tubu.
Dongan tubu dalam adat Batak adalah kelompok masyarakat dalam satu rumpun marga. Rumpun marga suku Batak mencapai ratusan marga induk. Silsilah marga-marga Batak hanya diisi oleh satu marga. Namun dalam perkembangannya, marga bisa memecah diri menurut peringkat yang dianggap perlu, walaupun dalam kegiatan adat menyatukan diri. Misalnya: Si Raja Guru Mangaloksa menjadi Hutabarat, Hutagalung, Panggabean, dan Hutatoruan (Tobing dan Hutapea). Atau Toga Sihombing yakni Lumbantoruan, Silaban, Nababan dan Hutasoit.

Dongan Tubu dalam adat batak selalu dimulai dari tingkat pelaksanaan adat bagi tuan rumah atau yang disebut Suhut. Kalau marga A mempunyai upacara adat, yang menjadi pelaksana dalam adat adalah seluruh marga A yang kalau ditarik silsilah ke bawah, belum saling kimpoi.

Gambaran dongan tubu adalah sosok abang dan adik. Secara psikologis dalam kehidupan sehari-hari hubungan antara abang dan adik sangat erat. Namun satu saat hubungan itu akan renggang, bahkan dapat menimbulkan perkelahian. seperti umpama “Angka naso manat mardongan tubu, na tajom ma adopanna’. Ungkapan itu mengingatkan, na mardongan tubu (yang semarga) potensil pada suatu pertikaian. Pertikaian yang sering berakhir dengan adu fisik.
Dalam adat Batak, ada istilah panombol atau parhata yang menetapkan perwakilan suhut (tuan rumah) dalam adat yang dilaksanakan. Itulah sebabnya, untuk merencanakan suatu adat (pesta kimpoi atau kematian) namardongan tubu selalu membicarakannya terlebih dahulu. Hal itu berguna untuk menghindarkan kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan adat. Umumnya, Panombol atau parhata diambil setingkat di bawah dan/atau setingkat di atas marga yang bersangkutan.

3. Elek Marboru
Boru ialah kelompok orang dari saudara perempuan kita, dan pihak marga suaminya atau keluarga perempuan dari marga kita. Dalam kehidupan sehari-hari sering kita dengar istilah elek marboru yang artinya agar saling mengasihi supaya mendapat berkat(pasu-pasu). Istilah boru dalam adat batak tidak memandang status, jabatan, kekayaan oleh sebab itu mungkin saja seorang pejabat harus sibuk dalam suatu pesta adat batak karena posisinya saat itu sebagai boru.

Pada hakikatnya setiap laki-laki dalam adat batak mempunyai 3 status yang berbeda pada tempat atau adat yg diselenggarakan misalnya: waktu anak dari saudara perempuannya menikah maka posisinya sebagai Hula-hula, dan sebaliknya jika marga dari istrinya mengadakan pesta adat, maka posisinya sebagai boru dan sebagai dongan tubu saat teman semarganya melakukan pesta.
Source : Berbagai Informasi.

Versi Lain Tentang Dalihan Na tolu..

Sistem kekerabatan orang Batak menempatkan posisi seseorang secara pasti sejak dilahirkan hingga meninggal dalam 3 posisi yang disebut DALIHAN NA TOLU (bahasa Toba) atau TOLU SAHUNDULAN(bahasa Simalungun).
"Dalihan Natolu" ini melambangkan sikap hidup orang batak dalam bermasyarakat. "Dalihan Natolu" yaitu:

1. Marsomba tu Hula-Hula. "Hula-Hula" adalah Orang tua dari wanita yang dinikahi oleh seorang pria, namun hula-hula ini dapat diartikan secara luas. Semua saudara dari pihak wanita yang dinikahi oleh seorang pria dapat disebut hula-hula. Marsomba tu hula-hula artinya seorang pria harus menghormati keluarga pihak istrinya.
2. Elek Marboru. Boru adalah anak perempuan dari suatu marga, misalnya boru gultom adalah anak perempuan dari marga Gultom. Dalam arti luas, istilah boru ini bukan berarti anak perempuan dari satu keluarga saja, tetapi dari marga tersebut. Elek marboru artinya harus dapat merangkul boru.Hal ini melambangkan kedudukan seorang wanita didalam lingkungan marganya.
3. Manat Mardongan Tubu. Dongan Tubu adalah saudara-saudara semarga. Manat Mardongan Tubu melambangkan hubungan dengan saudara-saudara semarga.
Dalihan Na Tolu bukanlah kasta karena setiap orang Batak memiliki ketiga posisi tersebut: ada saatnya menjadi Hula hula/Tondong, ada saatnya menempati posisi Dongan Tubu/Sanina dan ada saatnya menjadi BORU. Dengan Dalihan Na Tolu, adat Batak tidak memandang posisi seseorang berdasarkan pangkat, harta atau status seseorang. Dalam sebuah acara adat, seorang Gubernur harus siap bekerja mencuci piring atau memasak untuk melayani keluarga pihak istri yang kebetulan seorang Camat. Itulah realitas kehidupan orang Batak yang sesungguhnya. Lebih tepat dikatakan bahwa Dalihan Na Tolu merupakan SISTEM DEMOKRASI Orang Batak karena sesungguhnya mengandung nilai nilai yang universal.

Dalihan Na Tolu ini menjadi pedoman hidup orang Batak dalam kehidupan bermasyarakat. Contoh lain adalah adat "Mangulosi" dalam pesta perkawinan orang Batak. Apakah artinya? Mangulosi ini adalah menyelimutkan ulos kepada kedua mempelai yang melambangkan pemberian restu orang tua kepada anaknya.

Jika ditelaah lebih dalam, seni budaya batak yang sudah dipakai sejak ratusan tahun yang lalu itu banyak mengandung segi positifnya. Namun ada beberapa hal negatif dari budaya batak yang harus kita tinggalkan, misalnya budaya banyak bicara sedikit bekerja. Memang orang batak terkenal pintar berbicara.

Hal ini terlihat dari banyaknya pengacara-pengacara batak yang sukses. Akan tetapi kepintaran berbicara ini sering disalahgunakan untuk membolak-balikan fakta. Yang hitam bisa jadi putih dan yang putih bisa jadi hitam ditangan pengacara batak (walaupun tidak semua).

Hal lain yang negatif adalah budaya "HoTeL". HoTeL adalah singkatan dari:

1. Hosom yang artinya dendam. Konon orang batak suka mendendam sesama saudara
2. Teal yang artinya sombong, yang dapat terlihat dari cara bicara, sikap hidup, dll.
3. Late yang artinya Iri Hati.

Apakah HoTeL ini hanya ada pada orang Batak saja? Kita sebagai generasi muda harus dapat mempertahankan budaya yang positif dan meninggalkan yang negati

TUAK Atau BAGOT

Origin of the Batak tribe typical wine drinks

Pohon Enau dalam bahasa Indonesia disebut pohon aren, dan sugar palm atau gomuti palm dalam bahasa Inggris. Di Sumatera, tumbuhan ini dikenal dengan berbagai sebutan, di antaranya 'nau, hanau, peluluk, biluluk, kabung, juk atau ijuk, dan bagot'. Tumbuhan ini dapat tumbuh dengan baik dan mampu mendatangkan hasil yang melimpah pada daerah-daerah yang tanahnya subur, terutama pada daerah berketinggian antara 500-800 meter di atas permukaan laut, misalnya di Tanah Karo Sumatera Utara.
Tumbuhan enau atau aren dapat menghasilkan banyak hal, yang menjadikannya populer sebagai tanaman serba-guna, setelah tumbuhan kelapa. Salah satunya adalah tuak(nira). Selain sebagai minuman sehari-hari, tuak memiliki fungsi yang sangat penting dalam kehidupan sosial-budaya bagi sebagian masyarakat Batak di Sumatera Utara, terutama yang tinggal di daerah dataran tinggi.
Dalam tradisi orang Batak, tuak juga digunakan pada upacara-upacara tertentu, seperti upacara manuan ompu-ompu dan manulangi. Pada upacara manuan ompu-ompu, tuak digunakan untuk menyiram beberapa jenis tanaman yang ditanam di atas tambak orang-orang yang sudah bercucu meninggal dunia.

Sementara dalam upacara manulangi, tuak merupakan salah satu jenis bahan sesaji yang mutlak dipersembahkan kepada arwah seseorang yang telah meninggal dunia oleh anak-cucunya. Pertanyaannya adalah kenapa tuak(nira) memiliki fungsi yang amat penting dalam kehidupan sosial-budaya orang Batak?

Menurut cerita, pohon enau merupakan jelmaan dari seorang gadis bernama Beru Sibou. Peristiwa penjelmaan gadis itu diceritakan dalam sebuah cerita rakyat yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Tanah Karo, Sumatera Utara. Cerita itu mengisahkan tentang kesetiaan si Beru kepada abangnya, Tare Iluh. Ia tidak tega melihat penderitaan abangnya yang sedang dipasung oleh penduduk suatu negeri. Oleh karena itu, ia mencoba untuk menolongnya. Apa yang menyebabkan Abangnya, Tare Iluh, dipasung oleh penduduk negeri itu? Bagaimana cara Beru Siboau menolong abangnya?

Alkisah, pada zaman dahulu kala di sebuah desa yang terletak di Tanah Karo, Sumatera Utara, hiduplah sepasang suami-istri bersama dua orang anaknya yang masih kecil. Yang pertama seorang laki-laki bernama Tare Iluh, sedangkan yang kedua seorang perempuan bernama Beru Sibou. Keluarga kecil itu tampak hidup rukun dan bahagia.

Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, karena sang suami sebagai kepala rumah tangga meninggal dunia, setelah menderita sakit beberapa lama. Sepeninggal suaminya, sang istri-lah yang harus bekerja keras, membanting tulang setiap hari untuk menghidupi kedua anaknya yang masih kecil. Oleh karena setiap hari bekerja keras, wanita itu pun jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Si Tare dan adik perempuannya yang masih kecil itu, kini menjadi anak yatim piatu. Untungnya, orang tua mereka masih memiliki sanak-saudara dekat. Maka sejak itu, si Tare dan adiknya diasuh oleh bibinya, adik dari ayah mereka.

Waktu terus berjalan. Si Tare Iluh tumbuh menjadi pemuda yang gagah, sedangkan adiknya, Beru Sibou, tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik. Sebagai seorang pemuda, tentunya Si Tare Iluh sudah mulai berpikiran dewasa. Oleh karena itu, ia memutuskan pergi merantau untuk mencari uang dari hasil keringatnya sendiri, karena ia tidak ingin terus-menerus menjadi beban bagi orang tua asuhnya.

"Adikku, Beru!" demikian si Tare Iluh memanggil adiknya.

"Ada apa, Bang!" jawab Beru.

"Kita sudah lama diasuh dan dihidupi oleh bibi. Kita sekarang sudah dewasa. Aku sebagai anak laki-laki merasa berkewajiban untuk membantu bibi mencari nafkah. Aku ingin pergi merantau untuk mengubah nasib kita. Bagaimana pendapat Adik?" tanya Tare Iluh kepada adiknya.

"Tapi, bagaimana dengan aku, Bang?" Beru balik bertanya.

"Adikku! Kamu di sini saja menemani bibi. Jika aku sudah berhasil mendapat uang yang banyak, aku akan segera kembali menemani adik di sini," bujuk Tare kepada adiknya.

"Baiklah, Bang! Tapi, Abang jangan lupa segera kembali kalau sudah berhasil," kata Beru mengizinkan abangnya, meskipun dengan berat hati.

"Tentu, Adikku!" kata Tare dengan penuh keyakinan.

Keesokan harinya, setelah berpamitan kepada bibi dan adiknya, si Tare Iluh berangkat untuk merantau ke negeri orang. Sepeninggal abangnya, Beru Sibou sangat sedih. Ia merasa telah kehilangan segala-segalanya. Abangnya, Tare Iluh, sebagai saudara satu-satunya yang sejak kecil tidak pernah berpisah pun meninggalkannya. Gadis itu hanya bisa berharap agar abangnya segera kembali dan membawa uang yang banyak.

Sudah berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun ia menunggu abangnya, tapi tak kunjung datang jua. Tidak ada kabar tentang keadaan abangnya. Ia tidak tahu apa yang dilakukannya di perantauan. Sementara itu, Tare Iluh di perantauan bukannya mencari pekerjaan yang layak, melainkan berjudi. Ia beranggapan bahwa dengan memenangkan perjudian, ia akan mendapat banyak uang tanpa harus bekerja keras. Tetapi sayangnya, si Tare Iluh hanya sekali menang dalam perjudian itu, yaitu ketika pertama kali main judi. Setelah itu, ia terus mengalami kekalahan, sehingga uang yang sudah sempat terkumpul pada akhirnya habis dijadikan sebagai taruhan. Oleh karena terus berharap bisa menang dalam perjudian, maka ia pun meminjam uang kepada penduduk setempat untuk uang taruhan. Tetapi, lagi-lagi ia mengalami kekalahan.

Tak terasa, hutangnya pun semakin menumpuk dan ia tidak dapat melunasinya. Akibatnya, si Tare Iluh pun dipasung oleh penduduk setempat. Suatu hari, kabar buruk itu sampai ke telinga si Beru Sibou. Ia sangat sedih dan prihatin mendengar keadaan abangnya yang sangat menderita di negeri orang. Dengan bekal secukupnya, ia pun pergi mencari abangnya, meskipun ia tidak tahu di mana negeri itu berada. Sudah berhari-hari si Beru Sibou berjalan kaki tanpa arah dan tujuan dengan menyusuri hutan belantara dan menyebrangi sungai, namun belum juga menemukan abangnya. Suatu ketika, si Beru Sibou bertemu dengan seor ang kakek tua.

"Selamat sore, Kek!"

"Sore, Cucuku!" Ada yang bisa kakek bantu?"

"Iya, Kek! Apakah kakek pernah bertemu dengan abang saya?"

"Siapa nama abangmu?"

"Tare Iluh, Kek!"

"Tare Iluh…? Maaf, Cucuku! Kakek tidak pernah bertemu dengannya. Tapi, sepertinya Kakek pernah mendengar namanya. Kalau tidak salah, ia adalah pemuda yang gemar berjudi."

"Benar, Kek! Saya juga pernah mendengar kabar itu, bahkan ia sekarang dipasung oleh penduduk tempat ia berada sekarang.

Apakah kakek tahu di mana negeri itu?

"Maaf, Cucuku! Kakek juga tidak tahu di mana letak negeri itu. Tapi kalau boleh, Kakek ingin menyarankan sesuatu."

"Apakah saran Kakek itu?"

"Panjatlah sebuah pohon yang tinggi. Setelah sampai di puncak, bernyanyilah sambil memanggil nama abangmu. Barangkali ia bisa mendengarnya. Setelah menyampaikan sarannya, sang Kakek pun segera pergi. Sementara si Beru Sibou, tanpa berpikir panjang lagi, ia segera mencari pohon yang tinggi kemudian memanjatnya hingga ke puncak. Sesampainya di puncak, si Beru Sibou segera bernyanyi dan memanggil-manggil abangnya sambil menangis. Ia juga memohon kepada penduduk negeri yang memasung abangnya agar sudi melepaskannya.

Sudah berjam-jam si Beru Sibou bernyanyi dan berteriak di puncak pohon, namun tak seorang pun yang mendengarnya. Tapi, hal itu tidak membuatnya putus asa. Ia terus bernyanyi dan berteriak hingga kehabisan tenaga. Akhirnya, ia pun segera mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa.

"Ya, Tuhan! Tolonglah hambamu ini. Aku bersedia melunasi semua hutang abangku dan merelakan air mata, rambut dan seluruh anggota tubuhku dimanfaatkan untuk kepentingan penduduk negeri yang memasung abangku."

Baru saja kalimat permohonan itu lepas dari mulut si Beru Sibou, tiba-tiba angin bertiup kencang, langit menjadi mendung, hujan deras pun turun dengan lebatnya diikuti suara guntur yang menggelegar. Sesaat kemudian, tubuh si Beru Sibou tiba-tiba menjelma menjadi pohon enau. Air matanya menjelma menjadi tuak atau nira yang berguna sebagai minuman. Rambutnya menjelma menjadi ijuk yang dapat dimanfaatkan untuk atap rumah. Tubuhnya menjelma menjadi pohon enau yang dapat menghasilkan buah kolang-kaling untuk dimanfaatkan sebagai bahan makanan atau minuman.

Demikianlah cerita "Kisah Pohon Enau" dari daerah Sumatera Utara. Hingga kini, masyarakat Tanah Karo meyakini bahwa pohon enau adalah penjelmaan si Beru Sibou. Untuk mengenang peristiwa tersebut, penduduk Tanah Karo pada jaman dahulu setiap ingin menyadap nira, mereka menyanyikan lagu enau.

Cerita di atas termasuk ke dalam cerita rakyat teladan yang mengandung pesan-pesan moral. Di antara pesan moral yang dapat dipetik dari cerita di atas adalah memupuk sifat tenggang rasa dan menjunjung tinggi persaudaraan, serta akibat buruk dari suka bermain judi. sifat tenggang rasa. Sifat ini tercermin pada sifat Beru Sibou yang sangat menjunjung tinggi tenggang rasa dan persaudaraan. Ia rela mengorbankan seluruh jiwa dan raganya dengan menjelma menjadi pohon yang dapat dimanfaatkan orang-orang yang telah memasung abangnya. Hal ini dilakukannya demi membebaskan abangnya dari hukuman pasung yang telah menimpa abangnya tersebut. Sifat tenggang rasa dan persaudaran yang tinggi ini patut untuk dijadikan suri teladan dalam kehidupan sehari-hari.

UPASA NI HALAK BATAK

On this occasion I made ​​time to write a few sentences of advice are always on guard by the Batak tribe.
hopefully after you read and can understand the meaning of the sentence could be useful in your life.
These sentences are very significant positive .. and will always be on guard by every tribe of Batak. This is the advice that the sentences handed down by tribal ancestors hobo and until now will always be kept in life can always remember and practice what the implied meaning of the sentence advice.

HORAS SAYUR MATUA


# Urat ni gatap tano, rongging marsiranggoman
Age pe padao-dao,Tondyttai tong marsigomgoman.
Artinya Walaupun kita ber jauh-jauhan tetapi hati dan jiwa kita akan selalu berdekatan.

# Ia bagod i nakkih, ilambung ni sampuran
Ia jaman on jaman canggih, ulang lupa hubani Tuhan,
Artinya walaupun jaman sudah canggih tetapi jangan lah melupakan tuhan.


# Halambir ni sindamak, ikuhur dop ibola
Sinaha pe nini halak, ulang lupa bani horja,
Artinya

# Juma ni Tigarunggu, tubuhan lata-lata
Rajin ma hita marminggu, ase tong-tong ihasomani Tuhanta,
Artinya RajinLah Selalu Memuji tuhan ke gereja agar kita selalu dilindungi tuhan.


# Sinjata ni Indonesia, mariam dohot mortir
Andohar Indonesia jaya,Rakyat ni pe homa makmur, Artinya Senjata orang indonesia Meriam dan martir, setelah indonesia merdeka rakyatpun menjadi makmur.

# I lambung passa-passa, Tubu bonani tobu
Age aha pe namasa,Hita ulang mahua, Artinya Apapun yang Terjadi Kita Selalu Tenang.

# Ratting ni hayu bor-bor, ibaen hu pingging pasu
Anggo rajinmartonggo, Jumpahan pasu-pasu, Artinya Jika anda rajin Menjalankan Adat..anda akan selalu mendapat berkah.

# Boras ibagas supak, ibaen huparasanding
Horas nasiam namulak, horas homa hanami na tading, Artinya Selamat lah anda yang bepergian..dan damailah anda yang ditinggal.

# Borasni purba tua, iboan hu tiga balata
Horas ma hita sayur matua, itumpak-tumpak Naibatanta, Artinya Damai Sejahteralah Bagi Orang Tua dan di dalam perlindungan tuhan kita.

# Andor hadukka ma togu-togu ni lombu, togu-togu ni horbo, itogu hu Ajibata
Horas ma hita sayur matua, patogu-togu pahompu, das mar nini mar nono,
ipasu-pasu Naibatanta, Artinya Damai Sejahtralah bagi orang tua,Mengajar-ajarin anak sampai kecucu-cucunya agar selalu diberkati tuhan kita.

# Urat ni nangka, urat ni hotang
Hujape hita manlangkah, sai dapot-dapotan, Artinya Kemanapun kita melangkah Akan selalu mendapat berkah.

# Tubuh ma sanggar dohot tobu, dohor hupagar kawat
Tubuh ma anak pakon boru, jadi jolma na marpangkat Artinya Lahirlah Anak lelaki dan anak perempuan dari kamu hingga menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa.

# Urat ni riba dagei iboan hu Sukadame
Ulang bei sai marbadai, sai roh ma uhur dame, Artinya Janganlah Anda selalu bertengkar..tetapi Ajaklah untuk selalu berdamai.

# Dalan hua Ajibata, adong do tubuh Pisang
Anggo domma marrumah tangga, ulang ma adong hata mandok sirang, Artinya Jika anda sudah berumah tangga,jangan pernah untuk berpisah.

# Tubu sanggar dohot tobu i dolok-dolok
Tubu ma anak pakon boru na mok-mok. Artinya Lahirlah dari pada kamu anak yang sehat dan gemuk.
 

# Arirang ni palia, madek-dek hu bong-bongan
Age adong parsalisihan, ulang mar sidom-doman, Artinya walaupun anda punya perselisihan..tetapi janganlah anda saling mendendam.

# Tubu ma sanggar dohot tobu, parasaran ni piduk
Tubu ma anak pintar dohot boru na bisuk, Artinya Lahirlah dari padamu anak yang pintar dan putri yang rajin.

# Tubuh ma silanjuyang, itagil lang ra melus
Aha pe lang na hurang, anggo marhasoman Jesus, Artinya Tidak akan berkekurangan jika anda selalu berteman dengan yesus tuhan.

# Sada sikortas kajang, padua kortas hulipat
Sadokah ham marlajang, sada ham do hansa na hudingat


# Habang ma anduhur, sogop hu goring-goring
Anggo pusuk uhur, eta ham mandoding-doding

#  Hondor ma langge mu, i dolok si Marsolpah
Holong ni ateimu, ingaton ku do ai madokah

# Sihala sibarunje, ruak sihala bolon
Santabi ma bani umbei, dear nalang tarhorom

# Itampul bulu lihom, bulung ni irantingkon
Hatamu do masihol, hape uhur mu manadingkon

# Sedo lak-lak hasundur, haronduk ni buluk ku
Sedo halak hu sukkun, harosuh ni uhurhu

# Tumpak ni piring ledeng, paledang-ledang pahu
Loja do hapeni inang, pagodang-godang kon au

# Laklak itallik-tallik, i lambung ni pea-pea
halak na tahan marsik, ujungni jadi jolma na hasea

# Lak-lakni tamba tua, hoppa mambuat kuah
Pasangap orangtua, tong-tong dapotan tuah

# Lampuyang sakaranjang, bulung ni seng sadiha
Akkula do marganjang, uhur seng ope sadiha

# Marboras ma halawas, i jual hu Belanda
Horas ma nasiam martugas, haganupan wartawan

# Haporas ni silongkung, i huning i tubai
Anggo domma harosuh, ulang isumengi, lang ibadai

# Isuan ma timbaho, isuan manoran-noran
Paubah ma parlaho, ulang songon sapari, ase iharosuhkon hasoman

# Talaktak porling, sogop i bukkulan ni sopo
Indahan ni mata do borngin, ulang lalap ibodei lapo

# Ulang ihondor gumba, timbaho sihondoran
Ulang martonggo rupa, parlaho do sitonggoran

# Anduhur pinurputan, tading iparsobanan
Anggo uhur tinurutan, lang mar parsaranan

# Rage anak ni bintang, rage so hapulhitan
Buei do hata namantin, paima tangan dapotan

# Timbaho ni simarban, ulang mago sanrigat
Age lingot panonggor, ulang lupa pardingat

# Boras sabur-saburan, iboban ni pinggan pasu
Horas hita ganupan, sai jumpahan pasu-pasu

# Itarik gula, itanik songon tali
Age pe otik nasinari, ulang marsurei

# Irlak-irlak ma senter, itoru ni durian
Lang adong labuni jenges, anggo talu do ujian

# Initak ma sambor-bor, boras ronggit-ronggitan
Ijon hita manortor, ulang be borit-boritan

# Lang be tartalgis hon, pagaman ma na ronggos hon
lang be tartangishon, paganan ma na tor-torhon

# Habang ma kapal terbang, mamboan pinggan pasu
Age daoh ham marlajang, ulang lupa ham hubakku.

Minggu, 03 April 2011

TRIO SANTANA

Album Tiga Dimens - Marboru Sunda

Marboru Sunda
Song By. Album Tiga Dimensi

# Lyric #

DI NALAO AU MARJALANG TU JAKARTA UJUI
HOLAN SADA DO TONANI DAINANGI
BURJU-BURJU MA HO AMANG
DUNG SAHAT HO TU RANTOMI
SO TUNG GABE MARBORU SUNDA
MANANG MARBORU JAWA HO
IDO DIDOK DAINANGI

AI NUNGA SAEP ANGGO ROHANGHU
TU HAHAM NASASADAI NA MARBORU SILEBANI
AI HOLAN HO NAMA AMANG
NA BOI SI PARBAGAONHI
NA MANGOLOI AJARNI INANGMU
IKKON MARBORU TOBAI
IDO DOK DAINANGI

HAPE DUNG SAHAT AU DI JAKARTA
JAKARTA NA RIBURI
GABE LUPA DO AU INANG DI SUDENA PODAMI
HU TUNTUN DO INANG NASO LOMONI ROHAMI
GABE SAUT DO AU INANG
TU BORU NASO MARMARGAI

HAPE DUNG SORANG MA INANG
SORANG PAHOMPUMI
GABE TARJOLMA MA AU INANG NA TOIS DI PODAMI
LUNGUN MA ROHANGHI
DANG TARDOK AU SUDENAI
AI SO ADONG NANGGO SISOLHOT
MAMOHOLI SI BUTETON


 RELATED SONG :
 Supir Motor
Namarpariban
Tanoh Simalungun
Kapras Lau Mambang
TambarTedeh
Olohonma
Bne Sura Sura Nggeluh

Album Gondang Uning Uningan

VICTOR HUTABARAT

SITUMORANG NA BONGAL
Song By.
Victor Hutabarat

# Lyric #

Adong Sada Parende Tarbonggal Jala Tarbarita
Malo Marude-Rude Malo Muse Doi Mangardang
Sitogol Markaroncong Ai Malo Muse Doi Ibana
Ise Mai Tahe, Ima Lae Ta Situmorang……

Situmorang-Situmorang
Situmorang Ala Situ Ala Rude
Situmorang-Situmorang
Situmorang Parude-rude I Tahe

Ala Situ Ala Rude-Ala Situ Ala Rude
Ala Situ Ala Rude O Inang Amonge

Marningoti Tahe Haholonganmu Ma Ibana
Ai Molo Ibana Marende Parjuji Talu Pasti
Ingkon Monang

Related Song :

Victor Hutabarat - Anakkonhi Do Hamoraon Di Au
Victor Hutabarat - Tano Batak
Victor Hutabarat – Pulo Samosir
Victor Hutabarat – Poda Ni Da Inang
Victor Hutabarat – Boru Panggoaran
Victor Hutabarat – Molo Margitar
Victor Hutabarat – Manduda Baion
Victor Hutabarat – Bosa Ia Dung Botari
Victor Hutabarat – Di Jou Au Mulak
Victor Hutabarat – Boto Lungun
Victor Hutabarat - Sai Tudia Ho Marhuta

Vicky feat Edo Kondologit

PODA
Song By.
Vicky feat Edo Kondologit

# Lyric #

Angur do goarmi anak hon hu, Songon bunga bungai, nahussusi
Molo marparange na denggan doho, Diluat nadaoi
Ipe ikkon benget ma ho, Jala pattun maradophon natua tua
Ai ido arta na ummarga i, Dingolumi

Unang sai mian jat ni rohai, Dibagasan rohami
Ai ido mulani sikka mabarbar, Da hasian
Ipe ikkon ingot ma maho, Tangiang mi do parhitean mi
Dingolumi oh tondikku

Reff ....
Ai damang do sijujung baringin, Di au amang mon….
Jala ho nama silehon dalan, Dianggi ibotomi
Ipe ingot maho amang, Dihata podakki
Asa taruli ho, diluatSihadaoani

Molo dung sahat ho tu tano parjalangan mi
Marbarita ho amang
Asa tung pos rohani damang nang dainang mon
Ditano hatubuan mi
 
Related :
TONA NI TAO / Pesan danau
MARPANGANCI (Best of the Best of Batam 7 Song)
BOASA-HATAHON MA by vicky sianipar
SILAOSI PODA
NA SONANG DO HITA NADUA (Vicky feat Deasy Puspitasari)
Viky Sianipar Feat Arry Syaff-Sinanggar Tullo
Viky Sianipar Feat Mega Sihombing-Piso Surit
Viky Sianipar Feat Dipo Pardede-Hatahon Ma
Viky Sianipar Feat Tongam Sirait & MegaS-Beta Hita
Viky Sianipar Feat Tio Fanta Pinem-Ngarep Gestung Api Bas Lau
Viky Sianipar Feat Tongam Sirait-Mauliate
Viky Sianipar Feat Ani Sukmawati-Es Lilin
Viky Sianipar Feat Tongam Sirait-Tapature
Viky Sianipar-Tongging Hill

DUET SIBARBAR LOSUNG

Pegang Gonting Abang
Song By.
DUET SIBARBAR LOSUNG

# lyric #

Dua hali gotilon do nian
Dibagasan si sataoni
Tung so hutagam do, boi hita on inang
Manuhor Honda, lao dalan dalanta
Tung so hutagam do, boi hita on inang
Manuhor Honda bebek, lao dalan dalanta

Pegang gonting abang inang, abang dang pargeok
Pegang gonting abang inang, abang dang pargeok

Tutu maho na malo dainang
Mangholitho di parhepengoni
Naotik I inang, dipahippu ho do
Sangap do au inang, dibahenho
Naotik I inang, dipahippu ho do
Sangap do au inang, dibehanko

Pegang gonting abang inang, abang dang pargeok
Pegang gonting abang inang, abang dang pargeok

Solu ni sabulan, mangaliati tao toba
Tutu ma ho inang, tutu ma ho boru ni raja
Ingot do ho inang, di poda ni natua tua
Malo do ho inang, malo do ho manuhut roha

Sude pangalahom, sitiruon do inang
Sude pangalahom, siingoton do inang

Pegang gonting abang inang, abang dang pargeok
Pegang gonting abang inang, abang dang pargeok

Benhawerd Simanjuntak

Unang Alani Arta
Song By.
Benhawerd Simanjuntak

# Lyric #

Dirohaki nian ito, Unang alani arta
Dirohaki da hasian, Unang alani rupa
Maringan au ale ito, gabe muba roham tu au
Boru ni na susah do au, Jala na putus sikkola

Ai dang gulut di arta au, jala gulut di rupa
Nalaho salpu do sude, Arta na ditano on
Dos ni rohanta i ito, Ai ido naumbalga
Hadameon i do hasian, Na hujalo sian ho

Sada ma hita rap tu dolok tu toruan
Marsianjuan jala marsi-asian
Padao ma sude angka parsalisihan
Molo hassit jala dangol, rap marpanaon

Dirohakki, di rohami da hasian
Sada ma hita unang muba unang mose
Dirohakki di rohami da hasian
Sada ma hita marsianju-anjuan

TRIO SATAHI - MARBORU SILEBAN

Marboru Sileban
Song By.
Trio Satahi

# LYRIC #

Jangkon ma inong da parumaenmon,
Nang pe boru silebanni na gabe rokkaphi,
Jangkon ma hami gelengmon,
Silaos sipoda mi,
Asa sai horas sai gabe hita on (2x).

Tungpe inonghu tung so tarbahen au,
Na tinodoni rohami na gabe parumaenmi,
Da parumaenmon do dainong
Napature-turehon au di tano parjalangan,
Diparjalangan di luat silebanni,

Reff:
Nangpe torop hata sisolhot i
Soada i na manarihon au,
Boru sileban on do inonghu,
Na sai tongtong mandulo au inang,
Diparsahiton nang disi taonon i,
Diparsorion nang disi dangolon i

TRIO PERNANDOS

Boru Ni Raja
Song By.
Trio Pernandos
Download

# Lyric #

Nunga tarida be sasudena
holong ni rohami
ai dang na holan, hata hatakku
hujalo hatami

Ala huboto do, tu au holong mu
Jala ias, doi sian roham
Ito haholongan

Boru ni Raja, Ma ho tutuda,
Nahuparsintai
Anak ni Raja, Ma ho ito da
parasirohai

Saleleng hita marsiholongan
Patar doi, sabar ni rohami
Manganju au ito

Tapasahat ma tu Tuhan ito
Denggan ni pargaulantai
Ai lam pe tasangkapi
Rohana do na saut
patupa sasudena

Sabar hita paimahon ito
Jala pos roham da hasian
Tung siat pangidoan
Ikkon do hita sada
Sahat nang sari matua

Related :

  • Kado Biru Hotel Sentosa

  • SMS

  • Parhaseang tikki

  • Ekkel ni Da Oppung

  • Bung Paccur

  • Tangis Ni Pangontrak

  • Honas sipahutar

  • Boru Hasian

  • Arsak ni Da Inang
  •  

    Simalungun - Tolu Sahundulan

    Simalungun - Deideng [Sitalasari]

    Simalungun - Horas Sayur Matua



    DALIHAN NA TOLU Copyright © 2011. Template created by Betr4y3r5 supported by Colection Mp3